Siswa putus sekolah dapat melanjutkan studi mereka – berita online saya

(Mahasiswa IPTA yang putus studi dapat mengajukan permohonan untuk melanjutkan studinya melalui UPUOnline. – gambar dekoratif)

Oleh Rohana Mann

Kuala Lumpur – Kementerian Pendidikan Tinggi (KPT) tidak pernah mengesampingkan mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (IPTA) yang gagal menyelesaikan studi atau putus sekolah akibat pandemi COVID-19.

Di sisi lain, KPT selalu peduli dan peduli terhadap kesejahteraan mahasiswa yang harus keluar kampus akibat berbagai pembatasan akibat wabah tersebut.

Melalui inisiatif ini, mahasiswa yang berminat dapat mendaftar untuk melanjutkan studi mereka melalui UPUOnline.

Menterinya, Datuk Seri Dr. Norini Ahmed mengatakan beberapa inisiatif telah dilaksanakan untuk membantu mahasiswa melanjutkan studi hingga lulus.

Menanggapi pertanyaan lisan dari Akmal Nasrallah Muhammad Nasir (PKR-Johor Bahru) terkait langkah Kementerian dan IPTA untuk membantu siswa yang putus sekolah, termasuk mereka yang tidak dapat melanjutkan studi atau terpaksa menunda studi karena COVID-19 pandemi di DPR, katanya, kemarin.

Al-Nourini juga menyebutkan jumlah mahasiswa yang gagal menyelesaikan studinya untuk periode 2018-2019 berjumlah sekitar 42 ribu.

Dari jumlah itu, hanya sekitar satu persen yang tidak lulus karena gagal ujian.

Untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang putus sekolah untuk melanjutkan studi, KPT menawarkan program Gap Year bagi mereka yang tidak ingin melanjutkan studi tetapi tertarik untuk memasuki bidang bisnis atau pekerjaan.

“Di KPT kami ada programnya. Kalau mahasiswa merasa tidak ingin melanjutkan kuliah tapi ingin melanjutkan usaha atau kerja, boleh saja.

“Kami menyebutnya Gap Year dan dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, khususnya agar mahasiswa dapat mengeksplorasi berbagai bidang,” katanya seraya menambahkan bahwa mahasiswa yang bersangkutan dapat melanjutkan studi yang terlambat setelah gap year selesai. sebuah program.

Read More :   Unduh Canva Pro Mod Apk v2.173.1 Tanpa Tanda Air 2022

Al-Nourini menambahkan, kementerian melalui IPTA juga menyediakan program intervensi akademik seperti Academic Advising System untuk membantu mahasiswa melanjutkan studi di universitasnya.

“KPT juga menawarkan program intervensi non-akademik seperti layanan konseling individu dan kelompok, sistem teman dan program motivasi, program mentor, program akademik khusus dan program penjangkauan yang ditawarkan kepada siswa dari waktu ke waktu,” katanya.

Selain itu, kata dia, kementerian juga menyediakan kursus akreditasi mini di mana sertifikat kursus memungkinkan siswa untuk mentransfer kredit ketika mendaftar di program studi IPTA.

KPT juga memberikan alternatif jalur masuk ke IPTA melalui Akreditasi Prior Experiential Learning Program (APEL.A).

“Oleh karena itu, tidak ada masalah bagi mahasiswa yang putus sekolah untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” ujarnya.

-Akhir-