“Saya akan terus menjaga..,” – seorang ayah yang keras kepala untuk mengelola lima anak istimewa

Mengambil tanggung jawab Sebagai orang tua, tentunya kita semua rela mengorbankan apapun bahkan nyawa kita demi anak-anak tercinta.

Kami akrab dengan membesarkan anak-anak meskipun banyak tantangan dan pengalaman, tetapi tidak ada yang merusak cinta khusus antara kami dan anak-anak.

Namun, kisah ayah yang “berjuang” untuk menjaga, mengasuh, dan menghidupi kelima anaknya ini sangat mengharukan.

“Selama hidup masih ada di tubuh saya, saya akan terus mengasuh, mengelola, dan mencintai kelima anak luar biasa ini.”

Demikian kata Abdul Rani Mat, 62, dari Kampung Rumbia, berwawasan di sini, dan kini bertanggung jawab penuh atas kelima anaknya yang istimewa menyusul kematian istrinya, Zawiya Mahmoud, 58, pada 24 April lalu.

Kelima anak berprestasi tersebut adalah Muhammad Asrul Nizam, 37, Siti Nur Ashkin, 34, Muhammad Iskandar, 30, Muhammad Akmal Hakimi, 23, dan Muhammad Amir Azwan, 19.

Mengutip berita dari Utusan Malaysia, diketahui bahwa kelima anak Abdul Rani perlu diawasi dan dikelola karena tidak pandai mengatur diri.

“Semua anak istimewa saya tidak dapat berbicara sejak kecil, tetapi mereka mengerti dan mendengarkan ketika kami berbicara dengan mereka.

“Dulu saya dan mendiang istri saya menghadapinya bersama-sama, sekarang menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya, namun tidak menjadi beban bagi saya,” katanya di sini kemarin.

Sebelumnya, anak-anak istimewa tersebut mendapat kunjungan dari High Power Motorcycle Club, Daz Bikers yang dipimpin oleh sponsornya, Datuk Seri Zuhairi Ab. Para kader yang hadir memberikan donasi kepada mereka.

Abdul-Rani mengatakan, kelima anak terpandang itu terlahir normal seperti anak lainnya.

“Ketika mereka tumbuh dewasa, mereka tidak seperti anak-anak lain karena mereka tidak dapat berbicara dan tidak pandai mengatur diri mereka sendiri.

Read More :   Norman Lee Jorge

“Kalau sudah besar sekarang, mereka bisa masuk ke sekolah luar biasa. Ada yang bisa mereka atur sendiri tapi perlu diawasi terus-menerus, ada juga yang bertindak agresif dan tidak terduga,” katanya.

Ayah tujuh anak ini tak pernah mengeluh dan berjanji akan terus sabar dan penuh kasih sayang mengasuh anak-anak istimewanya hingga akhir hayatnya.

Untuk menghidupi dirinya dan keluarganya, ia juga seorang veteran Angkatan Bersenjata Malaysia (ATM) yang hanya bekerja di desa dan ditugaskan untuk membersihkan pekarangan tetangga dengan upah bulanan RM300.

“Dulu ketika mendiang istri saya masih ada, saya melakukan berbagai pekerjaan setelah pensiun dari militer, termasuk menjadi sopir truk.

“Sekarang, saya tidak bisa keluar untuk bekerja, hanya bekerja di desa karena fokusnya harus pada anak-anak istimewa saya di rumah penuh waktu.

Ia mengatakan, “Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah membantu anak kelima saya, Noor Aina Fitra, 28, yang tinggal bersama saya di rumah.”

Sumber: Utusan Malaysia

artikel menarik : Rico Rinaldi, setelah kembali dari haji, menolak untuk memesan gaun seksi. Banyak terima kasih dan doa untuk ketekunan!