Penyebab depresi pada anak dan apa yang harus dilakukan orang tua

DEJAVANEWS.COM – Penyebab depresi pada anak dan apa yang harus dilakukan orang tua. Sangat mungkin anak-anak menjadi depresi karena orang tuanya, jika kita sebagai orang tua melakukan hal-hal yang membuat mereka gelisah dan menyakiti hati mereka.

Oleh karena itu, setiap orang tua perlu berhati-hati dalam berbicara dan berhubungan dengan anak. Lingkungan utama yang membentuk kepribadian seseorang adalah keluarga.

Oleh karena itu, pola asuh mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan anak dan pembentukan kepribadian sampai mereka dewasa. Namun, kebanyakan orang tua tidak acuh terhadap akibat jika perilaku atau perkataannya dapat melukai hati anak dan membuatnya merasa tertekan.

Disadari atau tidak, kita telah melakukan beberapa perilaku pengasuhan yang bertentangan dengan jiwa anak-anak kita.

Penyebab depresi pada anak karena orang tua

Pelajari tentang penyebab yang berbeda, sehingga Anda dapat menghindarinya.

Bukan hanya tindakan langsung terhadap anak yang dapat menyebabkan anak menjadi depresi oleh orang tuanya. Namun juga perselisihan antar orang tua meskipun tidak termasuk anak.

Seringkali, pertengkaran pasangan bisa termasuk berteriak, memukul, dan melempar barang. Jika anak Anda melihat atau mendengar hal-hal buruk seperti itu, tentu akan berdampak negatif pada anak.

Sebuah laporan dari University of Oregon Page, menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya sering berkonflik, memiliki reaktivitas yang lebih besar terhadap nada suara marah di area otak yang terkait dengan stres dan regulasi emosi.

Selain itu, anak yang menyaksikan pertengkaran orang tua dapat menyebabkan rasa tidak aman, yang berdampak negatif pada hubungan orang tua-anak. Selain itu, dapat menciptakan lingkungan yang penuh tekanan di mana anak memiliki sedikit kesempatan untuk dapat tumbuh dengan bahagia.

Kemudian, seiring bertambahnya usia anak, dia masih harus menghadapi efek jangka panjang dari trauma yang dia alami.

Anak dengan kondisi keluarga seperti itu akan lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan, serta kesulitan mengatur perhatian dan emosi. Mereka juga cenderung memiliki hubungan yang tidak sehat, serta masalah fisik seperti sulit tidur atau makan.

  • Saya suka membandingkan

Anak menjadi depresi karena orang tuanya dapat dibentuk oleh perilaku orang tua yang sering dibandingkan. Disadari atau tidak, masih banyak orang tua yang sering membanding-bandingkan anaknya dengan anak orang lain atau dengan saudara kandungnya, baik itu saudara laki-laki maupun perempuan.

Ini disebut pilih kasih. Favoritisme adalah sesuatu yang sering terjadi dalam keluarga. Hal ini dapat terjadi dan dilakukan dengan sengaja atau terkadang beberapa orang tua tidak menyadari bahwa mereka memperlakukan satu anak lebih baik dari yang lain.

Ketika anak Anda terus-menerus dibandingkan dengan orang lain, itu bisa membuat mereka berpikir bahwa kehadiran mereka tidak begitu penting. Anak-anak mungkin juga percaya bahwa mereka tidak dapat memenuhi standar tinggi mereka, dan merasa bahwa keluarga mereka bisa lebih bahagia tanpa mereka.

Read More :   Bengkel, alamat, dan kontak Ford terdekat yang direkomendasikan

Perasaan tidak berharga dan rendah diri tidak hanya mempengaruhi masa kanak-kanak. Karena jika tidak segera diatasi bisa berdampak sampai anak dewasa.

Hal ini dapat mempengaruhi persahabatan masa depan mereka, hubungan romantis, dan hubungan dengan anak-anak mereka. Jadi, segera hentikan kebiasaan membanding-bandingkan, ya. Karena hal ini termasuk dalam perilaku yang membuat anak tertekan karena orang tuanya.

Pembagian raport sekolah telah tiba dan anak Anda sudah berusaha semaksimal mungkin untuk belajar, namun hasilnya belum memuaskan.

Kemudian, di sepanjang jalan, Anda menggerutu dan menasihati anak Anda untuk belajar lebih keras tanpa menghargai usahanya. Jangan lakukan ini pada anak Anda karena ia akan merasa tidak dihargai.

Namun, Anda harus menghargai upaya dan menemukan solusi bijak untuk anak Anda. Perilaku yang sering meremehkan anak bisa menjadi salah satu penyebab anak tertekan oleh orang tuanya.

Anak yang depresi bisa disalahkan karena sering dicela orang tua. Tentu saja, tidak ada yang suka dimarahi.

Anda harus belajar mengendalikan emosi ketika anak Anda melakukan kesalahan. Masa kecil adalah proses belajar untuk memahami mana yang benar dan mana yang salah.

Jika anak Anda melakukan kesalahan, jangan langsung menegurnya. Hal ini dapat melukai hati bayi dan membuatnya menangis.

Ingat, mereka sangat sensitif! Idealnya, tegur anak dengan lembut dan jangan malas menceritakan kesalahannya serta cara memperbaiki kesalahannya.

  • berteriak atau berteriak

Anak menjadi depresi karena orang tua juga terpengaruh dengan tindakan orang tua yang sering membentak dan membentak anaknya. Jika Anda tidak ingin anak Anda tumbuh menjadi kasar dan memberontak, jangan lakukan ini.

Anak seringkali menjadikan orang tua sebagai tokoh utama yang mereka tiru.

Berhentilah melakukan hal ini karena selain menyakiti hati anak yang lembut, juga dapat mengubah kepribadian anak menjadi kasar dan tidak sopan saat berbicara dengan orang lain.

Anak-anak menjadi depresi karena orang tua mereka sering bertindak kasar. Selain verbal, tidak jarang orang tua menghukum anaknya dengan menyakiti secara fisik. Misalnya, memukul, mencubit, memutar atau memukul kepala anak.

Saat Anda melakukan ini, sadarilah bahwa anak tidak hanya merasa sakit secara fisik, tetapi juga sakit secara mental. Jangan biarkan anak tumbuh besar takut pada orang tuanya karena ia akan merasa tidak nyaman dan tertekan.

Oleh karena itu, tidak jarang terdengar kabar anak kabur dari rumah akibat kekejaman orang tuanya. Sebagai orang tua, tentunya Anda harus membedakan antara perilaku asertif dan kasar dalam menghadapi anak.

Ketegasan berarti menuju ke hal-hal yang positif dan mengajarkan anak untuk belajar lebih baik. Pada saat yang sama, tindakan keras hanya akan menyebabkan trauma dan ketakutan anak untuk bergerak ke arah yang lebih baik.

  • Meremehkan perasaan anak-anak
Read More :   Dia diduga memiliki kekayaan sekitar 222 juta ringgit Malaysia, ini jawaban Sheila Amza

Kurangnya penghargaan terhadap perasaan anak juga menjadi salah satu penyebab depresi anak karena orang tuanya. Sebagai orang tua, Anda harus menjadi tempat bersandar dan tempat anak-anak bercerita.

Dari sana, anak akan belajar banyak hal, mulai dari mampu mengekspresikan diri dan mengatasi emosi yang dialami. Jika orang tua mendapati anaknya mengeluh tentang hal-hal buruk yang menimpanya pada hari itu, jangan katakan sesuatu yang membuat anak harus menekan perasaannya, misalnya seperti mengatakan “Jangan sedih.”

Sebaliknya, yang perlu Anda lakukan adalah memahami perasaan anak dan menanyakan apa yang perlu dilakukan agar perasaan tidak nyaman anak dapat teratasi.

Hal ini tentunya akan membuat si kecil perlahan belajar bagaimana mengelola emosi dengan baik, bukan hanya sekedar menekannya yang bisa berujung pada masalah psikologis di kemudian hari.

  • Harapan yang tinggi untuk anak-anak

Setiap orang tua ingin anaknya menjadi yang terbaik dalam segala hal. Namun, jika Anda memiliki harapan yang tinggi dan menetapkan standar yang tinggi, hal ini dapat memotivasi anak untuk memiliki masalah dengan kepercayaan diri.

“Jika orang tua memiliki harapan yang realistis, ini dapat meningkatkan kepercayaan diri anak-anak mereka dan mendorong perkembangan mereka yang sehat. Di sisi lain, memberikan terlalu banyak tekanan pada anak dapat meningkatkan perasaan cemas dan dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri mereka, ” kata Stefania Romanini, seorang psikolog Afrika Selatan, seperti dilansir Alberton Record, terutama ketika mereka tidak dapat memenuhi harapan orang tua mereka.

Hal ini sering terjadi pada orang tua yang sangat menyayangi anaknya, sehingga setiap masalah atau kesulitan yang dihadapi anaknya akan membuat mereka langsung turun tangan dan membantunya.

Laporan dari Psychology Today, jika ini terus berlanjut, akan membuat anak sangat bergantung pada orang tuanya.

Selain itu, anak yang berada dalam kondisi ini sulit untuk mandiri dan kurang motivasi dan semangat. Ketika mereka menjadi dewasa, mereka akan menjadi kurang matang secara emosional.

Untuk menghindarinya, Anda harus melatih si kecil sejak dini untuk mengatasi masalah yang dihadapinya sendiri.

Hal ini akan melatih mereka untuk mandiri, dimana jika anak berhasil, mereka akan lebih mahir dalam mengatasi masalah yang sedang mereka hadapi.

Mendidik anak secara tidak konsisten juga menjadi salah satu penyebab depresi orang tua pada anak. Karena perzinahan orang tua dapat menyebabkan kebingungan pada anak.

Menurut Psychology Today, orang tua yang sering berubah pikiran, tidak mengambil sikap, dan sulit membuat keputusan atau memberikan kepemimpinan yang kuat, berisiko menghasilkan anak yang tidak konsisten atau tidak stabil secara emosional.

Read More :   vivo seri X80 siap diluncurkan secara resmi di Indonesia pada 26 Juli!

Anak-anak ini memiliki perasaan yang tidak stabil dan identitas yang lemah. Mereka merasa sulit untuk mendefinisikan diri mereka sendiri, dan sering mengembangkan perilaku oposisi dan sulit untuk menyembunyikan ketakutan mereka.

Menyediakan perumahan dan kebutuhan yang stabil dan konsisten mungkin tidak mungkin bagi semua orang. Namun, orang tua selalu dapat memberikan pendidikan parenting yang konsisten dan konsisten.

Karakteristik anak dengan depresi orang tua

Setelah mengetahui tanda-tanda depresi pada anak, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi anak depresi, di antaranya:

Bicaralah dengan anak Anda tentang perasaan sedih dan depresi. Anak-anak mungkin tidak tahu mengapa mereka begitu sedih dan mengapa segala sesuatunya tampak begitu sulit.

Beri tahu mereka bahwa sebagai orang tua, Anda ada di sini untuk membantu dan menghibur. Dengarkan, bersenang-senanglah, dukung anak-anak, dan tunjukkan cinta kepada mereka.

  • kunjungi spesialis

Setelah menemukan beberapa gejala depresi pada anak, Anda bisa segera membawa anak Anda ke dokter ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pada awal pengangkatan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan kesehatan yang lengkap dapat memberikan diagnosis kepada dokter yang dapat menunjukkan adanya masalah kesehatan dari gejala anak.

Jika tidak ditemukan kelainan fisik, biasanya dokter akan merujuk pasien ke terapis anak.

Terapis anak (psikiater atau psikiater) biasanya melakukan pemeriksaan dengan berbicara kepada anak dan orang tuanya. Mereka akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap depresi dengan mengajukan beberapa pertanyaan.

Psikolog dapat menjelaskan pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi masalah anak.

Ketika si kecil tiba-tiba tampak murung atau memiliki gejala lain, cobalah untuk tetap bersabar. Bicaralah dengan psikolog anak tentang tindakan atau tindakan terbaik saat Anda berada dalam situasi ini.

Selain itu, Anda bisa mencoba mengajak si kecil menghabiskan waktu dengan melakukan aktivitas menyenangkan bersama, seperti jalan-jalan, bermain game, menonton film lucu, dll.

Inilah beberapa hal yang membuat anak depresi karena orang tuanya, serta cara menghadapinya. Untuk para orang tua di luar sana, saya harap Anda tidak melakukan hal-hal di atas! Atau jika sudah terlanjur, segera hentikan kebiasaan tersebut.

Namun, jika Anda merasa bingung menghadapi anak, cobalah berkonsultasi dengan ahli atau psikolog.

Di sana, Anda bisa mempelajari segala hal secara detail tentang parenting dan membantu mengatasi masalah yang sering dihadapi orang tua saat mendidik anaknya.

Yang terpenting adalah belajar dari kesalahan. Setelah menyadari hal ini, orang tua dapat mencegah anaknya dari penderitaan psikologis.

Jangan biarkan mental anak runtuh karena orang tuanya dan ibunya! Kami berharap Anda dapat memberikan anak Anda masa kanak-kanak terbaik yang berdampak pada masa dewasa.

(dejavanews.com)