Jenis-jenis hewan dan klasifikasinya

Jenis hewan dan klasifikasinya – Ada sekitar satu juta spesies hewan dengan struktur dan bentuk yang sangat beragam. Hewan menempati hampir semua ekosistem di Bumi, tetapi sebagian besar spesies hewan hidup di air. Hewan juga diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas materi jenis hewan dan klasifikasi hewan dibawah ini.

spesies binatang

satwa Bersifat eukariotik (memiliki inti sel), multiseluler (memiliki banyak sel), tidak memiliki dinding sel, tidak mengandung klorofil sehingga hidup sebagai organisme heterotrofik, dan dapat menggerakkan tubuh untuk mencari makanan atau mempertahankan diri dari binatang. hewan pemangsa atau predator.

Ada sekitar satu juta spesies hewan dengan struktur dan bentuk yang sangat beragam. Hewan menempati hampir semua ekosistem di Bumi, tetapi sebagian besar spesies hewan hidup di air. Hewan juga diklasifikasikan berdasarkan kriteria tertentu. Berikut ini adalah klasifikasi hewan berdasarkan lingkungan, cara berkembang biak, penutup tubuh, makanan, dan geraknya.

A. Jenis hewan berdasarkan habitatnya

Hewan dapat diklasifikasikan berdasarkan tempat tinggalnya menjadi 3 jenis:

1. Hewan yang hidup di Bumi
Hewan yang hidup di darat atau hidup di darat disebut hewan darat. Contoh hewan liar adalah: kuda, sapi, kambing, harimau, singa, kucing, dan sejenisnya.

2. Hewan yang hidup di air
Hewan yang hidup di air atau hidup di air disebut hewan air. Contoh hewan air adalah: ikan, udang, cumi-cumi, paus, lumba-lumba, gurita, dan sejenisnya.

3. Hewan yang hidup di air dan darat (amfibi)
Selain hidup di darat dan di air, ada juga hewan yang hidup di darat dan di air. Hewan ini disebut amfibi. Contoh amfibi adalah salamander dan katak. Katak memulai hidupnya di dalam air. Pada dewasa, katak mengalami perubahan. Kemudian katak dewasa hidup di darat dan di air.

B. Jenis hewan berdasarkan cara perkembangbiakannya

Klasifikasi hewan berdasarkan reproduksinya dibagi menjadi 3 jenis, yaitu Ovivar (bertelur), Vivivar (berlahir) dan Ovovivar (bertelur dan beranak).

1. Hewan melahirkan (pemutihan)

Ovotrof adalah hewan yang berkembang biak dengan bertelur. Embrio yang terbentuk kemudian akan tumbuh menjadi individu baru (bayi) di luar tubuh induknya, yang berkembang di dalam telur sebelum menetas menjadi individu baru.

Pada hewan ovum, terdapat dua jenis proses fertilisasi, yaitu fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal. Fertilisasi internal adalah proses pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi di dalam tubuh ibu, seperti ayam (burung termasuk burung) dan kura-kura (reptil). Sedangkan pembuahan eksternal adalah proses pembuahan yang berlangsung di luar tubuh induk betina, misalnya: ikan dan katak.

Contoh hewan yang bertelur antara lain burung, kura-kura, biawak, kura-kura, bebek dan ikan.

2 – Breed hewan (lahir / lahir)
Hewan yang tergolong hewan natal adalah hewan yang berkembang biak dengan cara lahir atau bersalin. Janin yang tercipta akan tumbuh menjadi individu baru di dalam rahim ibu hingga siap untuk dilahirkan.

Hewan hidup termasuk dalam kategori mamalia atau mamalia seperti lumba-lumba, harimau, sapi, macan tutul, gajah, kucing, kerbau, dan kambing.

3. Hewan yang lahir dengan sel telur (ovula dan beranak).
Hewan yang termasuk hewan ovovivipar adalah hewan yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh induknya. Dimana hasil pembuahan ini kemudian terbentuknya sel telur saat masih dalam kandungan ibu betina. Setelah embrio sudah mulai atau terbentuk sempurna, telur siap dikeluarkan dari tubuh induk betina.

Kemudian telur menetas segera setelah mereka meninggalkan tubuh ibu. Contoh hewan yang bertelur adalah ikan hiu, banyak jenis cicak, banyak jenis ular, dan sejenisnya.

C- Jenis hewan menurut penutup tubuhnya

Berikut adalah jenis-jenis hewan yang bergantung pada penutup atau pelindung tubuhnya:

1. Hewan dengan rambut
Bulu hewan bertindak sebagai penutup pelindung untuk kulit mereka. Hewan yang berbulu lebat seperti kucing, kelinci, beruang, dan anjing. Adapun hewan yang berambut tipis, seperti sapi, kerbau dan tikus.

2. Hewan berbulu
Contoh hewan berbulu antara lain bebek, angsa, burung, dan ayam. Bulu bebek tidak akan basah walaupun bebek berenang di air, karena mengandung lapisan minyak. Bulu juga membantu hewan dalam penerbangan.

3. Hewan bersisik
Contoh hewan bersisik seperti cicak, ular dan ikan yang dibantu oleh sisik ular untuk bergerak di tanah. Sisik ikan membantu ikan bergerak di dalam air. Sisik juga menutupi tubuh hewan. Contohnya adalah reptil dan ikan. Reptil adalah reptil. Seperti ular, buaya dan kadal. Sisik ikan dan reptil berbeda.

Sisik ikan selalu lengket. Lendir ini juga memudahkan pergerakan ikan di dalam air. Ikan bebas bergerak di dalam air. Bergerak untuk mencari makanan dan berkembang biak. Sisik reptil kering tidak lengket. Timbangan ini berguna sebagai tameng anti peluru. Ini adalah efek suhu dan penguapan pada lingkungannya.

4. Cangkang Hewan

Hewan yang dilindungi oleh cangkang. Contohnya seperti keong dan bekicot. Kerak adalah zat kapur yang keras. Cangkang melindungi bagian lunak tubuh hewan.

D- Jenis hewan menurut makanannya

Klasifikasi hewan berdasarkan jenis makanannya diklasifikasikan menjadi:

1. Herbivora (herbivora)
Beberapa herbivora memakan daun dan beberapa memakan rumput, seperti sapi dan kambing. Ada juga herbivora yang memakan biji-bijian, seperti merpati, kura-kura, dan burung beo. Ada herbivora yang memakan buah seperti kelelawar dan burung beo.

2. Karnivora (karnivora)
Contoh hewan karnivora (herbivora) adalah singa, buaya, harimau, elang dan hiu. Tetapi tidak semua karnivora memakan daging karena beberapa memakan serangga. Contoh hewan pemakan serangga adalah kadal dan katak.

3. Hewan pemakan segala (karnivora)
Hewan yang memakan tumbuhan dan daging disebut karnivora. Karnivora memakan tumbuhan dan daging hewan lain. Contoh hewan karnivora adalah ayam, bebek, dan beruang. Karena ayam makan jagung, nasi, dan cacing juga. Beruang makan ikan dan juga daun.

E- Jenis hewan menurut gerakannya

Klasifikasi hewan berdasarkan cara geraknya antara lain adalah sebagai berikut:

1. Hewan berjalan
Hewan berjalan memiliki kaki yang kuat dengan sol yang dirancang khusus untuk berjalan. Diantara hewan yang berjalan: ayam, kuda, spesies, gajah, dan sejenisnya.

2. Hewan melompat
Selain berjalan, ada juga hewan yang melakukan aktivitasnya dengan melompat untuk berpindah ke tempat lain. Hewan yang melompat memiliki kaki. Kaki belakangnya panjang dan kuat. Contohnya seperti katak, kanguru dan kelinci.

3. Hewan terbang

Hewan melakukan aktivitas dengan terbang dan terbang dengan sayapnya. Berbagai jenis burung bergerak dengan terbang. Contohnya seperti kelelawar, kupu-kupu dan lebah.

4. Hewan berenang
Hewan air yang melakukan aktivitasnya dengan berenang menggunakan alat geraknya sendiri. Misalnya, anjing laut dan penguin berenang dengan sayap dan kaki mereka. Ikan berenang menggunakan sirip dan ekornya.

5. Hewan Merayap
Reptil adalah hewan yang bergerak dengan otot perut. Contohnya lintah, cacing dan ular.

6. Hewan merayap atau merayap
Hewan yang memiliki kaki tetapi tidak untuk berdiri tetapi untuk mendorong tubuhnya. Saat menggerakkan perut hewan ini menempel di lantai. Contoh hewan yang merangkak atau merangkak antara lain komodo, buaya, tokek, cicak, dan sejenisnya.

Demikian pembahasan kita tentang tipe fisik untuk mengklasifikasikan hewan. Ini mungkin berguna.

Artikel lainnya:

  • Siklus Hidup Ayam – Siklus, Tahapan, Urutan, Metode Pertumbuhan, Gambar
  • Siklus Hidup Fasciola Hepatica – Penjelasan, Rencana dan Cara Tumbuh
  • Siklus hidup lalat – siklus, tahapan, tahapan, metode perkembangan, dan gambar

Read More :   Ketika influencer media sosial masuk sekolah