Inilah Karakter Mileva Maric di Balik Kesuksesan Albert Einstein

Pasti Anda tahu karakter Albert Einstein, fisikawan jenius yang terkenal dengan teori relativitasnya.

Pada tahun 1999 majalah Time menobatkannya sebagai orang paling penting di abad kedua puluh.

Tapi Einstein tentu tidak bertindak sendiri. Tidak banyak yang tahu bahwa ada kontribusi dari istrinya Mileva Maric di balik pencapaian Einstein.

Dikatakan bahwa selama tahun-tahun paling kreatif Albert Einstein, ada banyak keterlibatan langsung dan tidak langsung oleh Mileva Maric.

Meski peran Mileva Maric dalam sejarah dilupakan.

Baca juga: James Cook, Pelaut Inggris yang Menemukan Jalan ke Samudra Pasifik

Mileva Maric menjadi wanita pertama yang belajar fisika di universitas

Jarang Dibahas, Inilah Karakter Mileva Maric di Balik Kesuksesan Albert Einstein

(foto: alchetron)

Mileva Maric adalah wanita cerdas dari Serbia yang aktif berpartisipasi dalam sejarah fisika modern.

Ia lahir pada tahun 1875 di Judul Vojvodina, kemudian bagian dari kerajaan Austro-Hungaria (sekarang Serbia).

Dia menjalani jalan yang bergejolak sebagai seorang gadis yang ingin belajar fisika. Saat itu, pendidikan lanjutan setelah sekolah dasar hanya untuk laki-laki.

Karena usaha dan ketekunan ayahnya, ia menjadi wanita pertama di Kekaisaran Austro-Hungaria yang belajar fisika di sekolah menengah.

Setelah lulus dari sekolah menengah, dia memasuki Politeknik Federal Swiss di Zurich di mana dia adalah satu-satunya wanita di kelas itu. Di sana dia bertemu Einstein untuk pertama kalinya dan menikah pada tahun 1903.

Einstein sering melibatkannya dalam berbagi ide penelitian

Jarang Dibahas, Inilah Karakter Mileva Maric di Balik Kesuksesan Albert Einstein

(Foto: rtvslobomir)

Saat itu, belum banyak prestasi di bidang fisika yang mencatatkan nama-nama perempuan.

Terlepas dari apa keterlibatannya dalam teori Einstein, tidak dapat disangkal bahwa dia luar biasa karena menjadi salah satu fisikawan wanita pertama di dunia.

Dalam kumpulan surat-suratnya dalam biografi Albert Einstein Mileva Maric: Surat Cinta dan Koleksi Makalah oleh Albert Einstein (1994), terlihat Einstein sering melibatkannya dalam berbagi ide penelitian.

Surat-suratnya juga memberikan gambaran sekilas tentang hubungan pribadi yang ia jelajahi.

Dalam sebuah surat, Einstein mengungkapkan harapannya kepadanya.

“Betapa bahagia dan bangganya saya ketika kami menyatukan pekerjaan kami di jalur yang relatif sukses menuju kemenangan.”

Dalam surat lain, juga dilaporkan bahwa Einstein mengandalkannya.

“Tanpamu aku kehilangan kepercayaan diri, tanpamu hidupku bukanlah hidup.”

Baca juga: Sisi Lain Isaac Newton, Penemu Hukum Gravitasi yang Hidup Kesepian

Pada abad ke-20, peran Mileva Maric sebagai ilmuwan masih dipandang sebelah mata

Jarang Dibahas, Inilah Karakter Mileva Maric di Balik Kesuksesan Albert Einstein

(foto: waktu)

Salah satu bukti kontribusinya pada karya utama Einstein adalah dalam makalahnya tahun 1905 tentang teori relativitas.

Fisikawan Soviet Abraham Joffe mengatakan bahwa kertas itu memuat tanda tangan Einstein Maritti di atasnya.

Marity adalah varian dari nama Hongaria Maric. Namun, nama Marity akhirnya dihapus di postingan terakhir.

Kritikus juga berpendapat bahwa, menurut kebiasaan Swiss, adalah kebiasaan untuk menambahkan nama gadis istri ke nama keluarga suami. Namun pada akhirnya, kebiasaan itu opsional.

Memang, di Eropa abad kedua puluh, ilmuwan wanita juga masih menghadapi kendala institusional.

Itu sebabnya dia sepertinya juga dikesampingkan. Meski ada kontribusi terhadap karya ilmiah, namun masih dipandang sebelah mata.

Dia menceraikan Einstein dan hampir dilupakan beberapa dekade setelah kematiannya

Jarang dibahas, ini penampakan di balik kesuksesan Albert Einstein

(Foto: svetnauke)

Hubungan rumah tangganya dengan Einstein tidak baik. Pada tanggal 31 Januari 1918, Einstein menulis kepadanya lagi.

Ini bukan tentang berbagi ide penelitian bersama, tetapi tentang menawarkan Einstein Hadiah Nobel sebagai ganti perceraian.

Meski posisinya saat itu adalah Komite Nobel belum menganugerahkan Einstein. Setelah menerima penghargaan, ternyata dia hanya menerima setengahnya.

Ada banyak spekulasi mengapa Einstein akan menggunakan uang Hadiah Nobel yang dijanjikan. Diketahui bahwa Einstein menikah lagi dan setelah beberapa tahun bercerai lagi.

Selama karirnya, ia diketahui lebih banyak mengasuh anak, terutama anak kedua yang didiagnosa mengidap skizofrenia.

Pencatatan sejarah prestasinya terkendala keterbatasan kelembagaan dan arsip yang tidak lengkap.

Setelah kematiannya pada 4 Agustus 1948 dan dilupakan selama beberapa dekade, makamnya di Northem Cemetery di Zurich baru diakui pada tahun 2004.

Read More :   Aktor teater dan film Jared Barclay telah meninggal pada usia 91 tahun