Gunakan nama universitas terkenal – berita online saya

(Universitas Islam Internasional Malaysia (UIAM) bekerja sama dengan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) meluncurkan aplikasi E-Scroll menggunakan teknologi blockchain untuk menangani masalah pemalsuan naskah di dalam dan luar negeri.)

oleh Ezrin Muhammad

Kuala Lumpur – Jika dulu ada pihak yang menjual gelar kehormatan dengan gelar Datuk Seri atau Datuk palsu, kini muncul tren yang sama terkait penjualan gelar Doctor of Philosophy (PhD) palsu.

Ketua Badan Nasional Penelitian Pengembangan Pendidikan Tinggi (PenDaPaT) Universitas Kebangsan Malaysia (UKM), Prof. kakek dr. Nourzini Azman mengungkapkan bahwa serikat tersebut diyakini menjual gelar palsu dengan menggunakan nama universitas terkemuka dunia dengan harga RM120,000.

Norzini juga mengklaim bahwa ada sindikat yang menghasilkan studi doktoral untuk mahasiswa termasuk menawarkan penghargaan universitas seperti Distinguished Leaders dan Distinguished Peneliti Awards dan beberapa penghargaan tertinggi universitas.

“Tidak mungkin untuk memverifikasi statistik dari mereka yang memiliki gelar palsu, tetapi di era modern, menjadi mudah untuk memalsukan sertifikat dan penghargaan.

“Meskipun harga sertifikat atau penghargaan palsu mencapai ratusan ribu ringgit, masih ada orang yang mau membayarnya.

“Apalagi masyarakat sekarang suka diberi pangkat dan gelar, yang membuat mereka cenderung berbohong atau setengah-setengah agar disukai dan populer,” ujarnya kepada media belum lama ini.

Ia menambahkan, hal itu tidak boleh dibiarkan karena bisa dianggap sebagai bencana yang mampu menghancurkan masa depan sistem pendidikan, profesi, prestasi dan persaingan yang sehat.

Dia juga mengatakan bahwa sebelumnya beberapa pertanyaan dasar bisa mengungkapkan dokter atau profesor palsu, tetapi sekarang sulit karena perkembangan teknologi dan media sosial satu arah.

Read More :   Cara membuka situs web yang diblokir tanpa aplikasi di Chrome