Bentuk-bentuk ancaman negara mulai dari agresi hingga teknologi informasi

Ancaman negara adalah segala sesuatu yang dapat merugikan atau melemahkan suatu negara. Secara umum, ancaman negara dibagi menjadi dua bentuk: militer dan non-militer.

Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 menyebutkan bahwa ancaman militer adalah bentuk ancaman penggunaan kekuatan bersenjata yang mengancam kedaulatan dan keutuhan wilayah negara, serta keutuhan bangsa.

Berikut ini adalah bentuk-bentuk ancaman militer:

1. Aksi Teror

Terorisme adalah upaya untuk menciptakan ketakutan, teror, dan kekejaman oleh seseorang atau kelompok. Dalam prakteknya, terorisme dilakukan oleh mereka yang telah dididik atau dilatih di militer. Indonesia sendiri juga tidak luput dari sejumlah aksi terorisme, baik yang dilakukan oleh jaringan domestiknya sendiri maupun jaringan teroris internasional.

2. Pemberontakan bersenjata

Pemberontakan bersenjata adalah perlawanan terhadap otoritas negara. Ketidaksepakatan dengan otoritas diwujudkan dengan mengangkat senjata untuk melemahkan otoritas yang menentangnya. Sejak kemerdekaan, Indonesia telah menghadapi beberapa pemberontakan.

3. Agresi

Agresi adalah ancaman berupa penggunaan kekuatan militer bersenjata suatu negara terhadap negara lain. Contohnya adalah agresi militer Belanda kedua yang menyerang Yogyakarta pada tahun 1949.

4. Pelanggaran lahan

Pelanggaran teritorial adalah tindakan yang mengancam keutuhan wilayah dan kedaulatan negara serta membahayakan bangsa di dalam negara. Pelanggaran teritorial dapat terjadi melalui penggunaan pesawat udara atau kapal laut. Misalnya, maraknya aktivitas kapal nelayan China yang masuk ke perairan Indonesia di Natuna.

5. Memata-matai

Spionase adalah kegiatan spionase dengan tujuan mencari informasi sebanyak-banyaknya, dengan cara apapun untuk menemukan kelemahan negara. Untuk memperoleh atau memperoleh dokumen rahasia yang diinginkan negara lain. Tindakan spionase sangat rahasia dan jarang diketahui.

6. Sabotase

Vandalisme adalah tindakan merusak fasilitas dan benda-benda vital untuk menyebabkan kekacauan. Vandalisme yang dilakukan secara diam-diam, terselubung, dan sengaja serta dapat menimbulkan efek psikologis yang signifikan.

7. Perang Saudara

Perang saudara adalah konflik antara kelompok orang yang menggunakan senjata. Indonesia telah mengalami perang saudara di beberapa tempat yang dipicu oleh sentimen keagamaan di Ambon.

1. Ideologi

Ancaman ini mengancam ideologi negara Pancasila yang secara langsung mengancam keutuhan negara. Ideologi yang mengancam komunisme antara lain sosialisme dan kapitalisme liberal.

2. Politik

Ancaman politik dapat digunakan untuk memberikan tekanan politik pada suatu negara. Pengalaman sejarah menunjukkan bahwa ancaman politik dapat menggulingkan sistem pemerintahan suatu negara.

3. Ekonomi

Kondisi perekonomian suatu negara menentukan kekuatan pertahanan negara tersebut. Oleh karena itu, ancaman ekonomi juga mempengaruhi keutuhan dan eksistensi negara. Ancaman dengan dimensi ekonomi terbagi menjadi internal, seperti inflasi, pengangguran, dll, dan ancaman eksternal berupa kinerja ekonomi yang buruk, daya saing rendah, ketergantungan pada negara lain, dan kesiapan menghadapi era globalisasi.

4. Sosial dan budaya

Hal ini merupakan ancaman berupa isu-isu sosial seperti kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan dan ketidakadilan yang akan memicu konflik horizontal dan vertikal.

5. ITU

Jenis ancaman ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat. Perkembangan tersebut menyebabkan hilangnya sekat dan jarak sehingga setiap orang dapat mengakses informasi, baik yang benar maupun yang salah. Arab Spring tahun 2011 dapat menjadi contoh bagaimana teknologi informasi dapat mengancam suatu negara atau sistem pemerintahan suatu negara.

Read More :   Ini dia teka-teki silangnya ┬╗PHOOSI